Ibadallah Barangsiapa yang beramal untuk akhirat, bersungguh-sungguh beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dengan apa yang Dia cintai dan ridhai, maka ia akan sukses dan mendapatkan keuntungan yang besar. Ia akan mendapatkan buah yang ia suka di dunia dan akhirat. Hal ini merupakan karunia Allah ๏ทป kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Sebagaimuslim taat, ikhlas beramal harus kita tanamkan dalam diri supaya rida Allah SWT dapat diperoleh. Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Mempersiapkan Bekal Sebelum Kematian. Baca juga: Khutbah Maasyiral Muslimin Rahimakumullah. Mengawali khutbah ini, tidak bosan-bosannya, khatib mengajak kepada diri khatib pribadi dan seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur pada Allah swt atas segala anugerah nikmat yang kita terima dalam kehidupan ini. Dan juga mari kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt, bukan hanya diucapkan Vay Tiแปn Nhanh. Singkatnya, ikhlas adalah seseorang beribadah dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, mengharapkan pahala-Nya, takut terhadap siksa-Nya dan ingin mencari ridha-Nya. Dzun Nun al-Mishriy rahimahullah berkata โ€œTiga tanda keikhlasan adalah 1 Seimbangnya pujian dan celaan orang-orang terhadapnya, 2 Lupa melihat amal dalam beramal, 3 Dan mengharapkan pahala amalnya di akhirat.โ€ Redaksi, *** ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… KHUTBAH PERTAMA ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ู„ู‡ู ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ููŽู„ุงูŽ ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุงูŽ ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏุงู‹ ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. โ€œูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุงู’ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ููˆุชูู†ูŽู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ูˆูŽุฃูŽู†ุชูู… ู…ูู‘ุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽโ€. โ€œูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุงู’ ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู… ู…ูู‘ู† ู†ูŽู‘ูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุซูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ุงู‹ ูƒูŽุซููŠุฑุงู‹ ูˆูŽู†ูุณูŽุงุก ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุงู’ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุชูŽุณูŽุงุกู„ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽู‚ููŠุจุงู‹โ€. โ€œูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ุงู‹ ุณูŽุฏููŠุฏุงู‹ . ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู† ูŠูุทูุนู’ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒุงู‹ ุนูŽุธููŠู…ุงู‹โ€ ุฃู…ุง ุจุนุฏ Jamaah Jumat rahimakumullah Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Taโ€™ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya, yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, kemudia keluarga, sahabat-sahabatnya, serta pengikutnya sampai akhir zaman. Kaum muslimin jamaah Jumat rahimani wa rahimakumullah Sesungguhnya tujuan utama agama Islam adalah agar manusia beribadah kepada Allah Taโ€™ala dengan ikhlas. Allah Taโ€™ala berfirman ูˆูŽู…ูŽุข ุฃูู…ูุฑููˆู’ุข ุฅูู„ุงูŽู‘ ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู’ุงุงู„ู„ู‡ูŽ ู…ูุฎู’ู„ูุตููŠู’ู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ูŽ Dan mereka tidaklah diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya QS. Al Bayyinah 5. Lalu apa yang dimaksud dengan keikhlasan. Taโ€™rif Definisi Ikhlas Ikhlas secara bahasa artinya memurnikan sesuatu dan membersihkannya dari campuran. Secara istilah, ada beberapa taโ€™rif, di antaranya adalah Ikhlas adalah penyucian niat dari seluruh noda dalam mendekatkan diri kepada Allah Taโ€™ala. Noda di sini misalnya mencari perhatian makhluk dan pujian mereka. Ikhlas adalah pengesaan Allah Taโ€™ala dalam niat dan ketaatan. Ikhlas adalah melupakan perhatian makhluk dan selalu mencari llah Taโ€™ala. antaranya adalah ya dari campuran. perhatian al-Khaliq. Ikhlas adalah seorang berniat mendekatkan diri kepada Allah dalam ibadahnya. Ikhlas adalah samanya perbuatan seorang hamba antara yang nampak dan yang tersembunyi. Singkatnya, ikhlas adalah seseorang beribadah dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, mengharapkan pahala-Nya, takut terhadap siksa-Nya dan ingin mencari ridha-Nya. Dzun Nun al-Mishriy rahimahullah berkata โ€œTiga tanda keikhlasan adalah 1 Seimbangnya pujian dan celaan orang-orang terhadapnya, 2 Lupa melihat amal dalam beramal, 3 Dan mengharapkan pahala amalnya di akhirat.โ€ Kedudukan Ikhlas Ikhlas adalah asas keberhasilan dan keberuntungan di dunia dan akhirat. Ikhlas bagi amal ibarat pondasi bagi sebuah bangunan dan ibarat ruh bagi sebuah jasad, di mana sebuah bangunan tidak akan dapat berdiri kokoh tanpa pondasi, demikian juga jasad tidak akan dapat hidup tanpa ruh. Oleh karena itu, amal shalih yang kosong dari keikhlasan akan menjadikannya mati, tidak bernilai serta tidak membuahkan apa-apa, atau dengan kata lain โ€œwujuuduhaa kaโ€™adamihaaโ€ keberadaannya sama seperti ketidakadaannya. Ikhlas juga merupakan syarat diterimanya amal di samping sesuai dengan sunah. Allah Azza wa Jalla berfirman dalam hadis Qudsi ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุบู’ู†ูŽู‰ ุงู„ุดูู‘ุฑูŽูƒูŽุงุกู ุนูŽู†ู ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ุงู‹ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒูŽ ูููŠู‡ู ู…ูŽุนูู‰ ุบูŽูŠู’ุฑูู‰ ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชูู‡ู ูˆูŽุดูุฑู’ูƒูŽู‡ู โ€œAku sangat tidak butuh sekutu, siapa saja yang beramal menyekutukan sesuatu dengan-Ku, maka Aku akan meninggalkan dia dan syirknya.โ€ HR. Muslim. Tempat Ikhlas Ikhlas tempatnya di hati. Saat hati seseorang menjadi baik dengan ikhlas, maka anggota badan yang lain ikut menjadi baik. Sebaliknya, jika hatinya rusak, misalnya oleh riyaโ€™, sumโ€™ah, hubbusy syuhrah agar dikenal, mengharapkan dunia dalam amalnya, ujub bangga diri dsb. maka akan rusaklah seluruh jasadnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽุญูŽุชู’ ุตูŽู„ูŽุญูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ูู‘ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ููŽุณูŽุฏูŽุชู’ ููŽุณูŽุฏูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ูู‘ู‡ู . โ€œApabila hati menjadi baik, maka akan baik pula seluruh jasadnya, dan apabila hati menjadi rusak, maka akan rusak seluruh jasadnya.โ€ HR. Bukhari-Muslim Seseorang dituntut untuk berniat ikhlas dalam seluruh amal shalihnya, baik shalatnya, zakatnya, puasanya, jihadnya, amar maโ€™ruf dan nahi munkarnya, serta amal shalih lainnya, termasuk belajarnya. Ibnu Masโ€™ud radhiallahu anhu berkata, โ€œJanganlah kalian belajar agama karena tiga hal; agar dapat mengalahkan orang-orang tidak tahu, agar dapat mendebat para fuqahaโ€™ dan agar perhatian orang-orang beralih kepada kalian. Niatkanlah dalam kata-kata dan perbuatan kalian untuk memperoleh apa yang ada di sisi Allah, karena hal itu akan kekal, adapun selainnya akan hilang.โ€ Buah yang Dihasilkan dari Keikhlasan Buah yang dihasilkan dari keikhlasan sungguh banyak, seorang yang ikhlas dalam mengucapkan laa ilaaha illallah, maka Allah akan mengharamkan neraka baginya. Seorang yang mengikuti ucapan muadzin dengan ikhlas, maka Allah akan memasukkannya ke surga. Seorang yang menuntut ilmu agama dengan ikhlas, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Seorang yang ikhlas menjalankan puasa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Bahkan perbuatan mubah akan menjadi berpahala dengan keikhlasan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ูŽู†ู’ ุชูู†ู’ููู‚ูŽ ู†ูŽููŽู‚ูŽุฉู‹ ุชูŽุจู’ุชูŽุบููŠูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูุฌูุฑู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุญูŽูŽุชูŽู‘ู‰ ู…ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู ูููŠ ูููŠ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชููƒูŽ โ€œSesungguhnya kamu tidaklah menafkahkah satu nafkah pun karena mengharapkan keridhaan Allah, kecuali kamu akan diberikan pahala terhadapnya sampai dalam suapan yang kamu masukkan ke dalam mulut istrimu.โ€ HR. Bukhari-Muslim Perhatikanlah kisah tiga orang yang bermalam di sebuah gua, lalu jatuh sebuah batu besar menutupi gua tersebut, sehingga mereka tidak bisa keluar. Masing-masing mereka berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal shalih yang mereka kerjakan dengan ikhlas, akhirnya Allah menyingkirkan batu tersebut dari gua, hingga mereka semua bisa keluar. Ini sebuah contoh buah dari keikhlasan. Akibat Tidak Ikhlas Sebaliknya, jika amal shalih dikerjakan atas dasar niat yang tidak ikhlas, bukan mendapatkan pahala, bahkan mendapatkan siksa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œSesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid. Ia pun dihadapkan, lalu Allah mengingatkan kepadanya nikmat-nikmat-Nya, ia pun mengingatnya, kemudian ditanya, โ€œKamu gunakan untuk apa nikmat itu?โ€ Ia menjawab, โ€œAku gunakan untuk berperang di jalan-Mu hingga aku mati syahidโ€, Allah berfirman, โ€œKamu dusta, sebenarnya kamu berperang agar dikatakan sebagai pemberani dan sudah dikatakan demikianโ€, kemudian Allah memerintahkan orang itu agar dibawa, lalu ia diseret dalam keadaan telungkup kemudian dilempar ke neraka. Kedua seorang yang belajar agama, mengajarkannya dan membaca Alquran, ia pun dihadapkan, lalu Allah mengingatkan kepadanya nikmat-nikmat-Nya, ia pun mengingatnya, kemudian ditanya, โ€œKamu gunakan untuk apa nikmat itu?โ€ Ia menjawab, โ€œAku gunakan untuk mempelajari agama, mengajarkannya dan membaca Alquran karena Engkauโ€, Allah berfirman โ€œKamu dusta, sebenarnya kamu belajar agama agar dikatakan orang alim, dan membaca Alquran agar dikatakan qaariโ€™, dan sudah dikatakanโ€, kemudian Allah memerintahkan orang itu agar dibawa, lalu ia diseret dalam keadaan telungkup kemudian dilempar ke neraka. Ketiga seseorang yang dilapangkan rezekinya dan diberikan kepadanya berbagai jenis harta, ia pun dihadapkan, lalu Allah mengingatkan kepadanya nikmat-nikmat-Nya, ia pun mengingatnya, kemudian ditanya, โ€œKamu gunakan untuk apa nikmat itu?โ€ Ia menjawab, โ€œTidak ada satu pun jalan, di mana Engkau suka dikeluarkan infak di sana kecuali aku keluarkan karena Engkauโ€. Allah berfirman, โ€œKamu dusta, sebenarnya kamu lakukan hal itu agar dikatakan sebagai orang yang dermawan dan sudah dikatakanโ€, kemudian Allah memerintahkan orang itu agar dibawa, lalu ia diseret dalam keadaan telungkup kemudian dilempar ke neraka.โ€ HR. Muslim. Contoh Riyaโ€™ dan Kurang Ikhlas Berikut beberapa contoh riyaโ€™ dan amalan yang kurang ikhlas Seorang menambahkan lagi ketaatannya ketika dipuji, atau mengurangi bahkan meninggalkan ketaatan ketika dicela. Seseorang beramal shalih dan berakhlak mulia agar dicintai orang-orang, diperlakukan secara baik dan mendapat tempat di hati mereka. Jika hal itu tidak tercapai, ia pun berat sekali melakukannya. Seseorang bersedekah karena ingin dilihat orang, jika tidak ada yang melihatnya, ia tidak mau bersedekah. Ibnu Rajab berkata, โ€œDan termasuk penyakit riyaโ€™ yang tersembunyi adalah bahwa seseorang terkadang merendahkan dirinya, di hadapan manusia, mengharap dengan itu agar manusia melihat bahwa dirinya adalah seorang tawadhuโ€™, sehingga terangkat kedudukannya di sisi mereka dan mendapat pujian dari mereka..โ€ Seorang yang berjihad agar ia terbiasa perang. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ู ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ุงู„ุฌูŽู„ููŠู’ู„ูŽ ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽู„ูุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุฐูŽู†ู’ุจูุŒ ููŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู’ู‡ูุ› ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุบูŽูููˆู’ุฑู ุงู„ุฑูŽุญููŠู’ู…ู KHUTBAH KEDUA ุงูŽู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ู‡ู ุงู„ูˆูŽุงุญูุฏู ุงู„ู‚ูŽู‡ูŽู‘ุงุฑูุŒ ุงู„ุฑูŽุญููŠู’ู…ู ุงู„ุบูŽููŽู‘ุงุฑูุŒ ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุถู’ู„ูู‡ู ุงู„ู…ูุฏู’ุฑูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ุงู„ุบูุฒูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽู‘ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุนูŽุฒููŠู’ุฒู ุงู„ุฌูŽุจูŽู‘ุงุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู†ูŽุจููŠูŽู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏุงู‹ ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ู…ูุตู’ุทูŽููŽู‰ ุงู„ู…ูุฎู’ุชูŽุงุฑุŒ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ุงู„ุทูŽูŠูู‘ุจููŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุทู’ู‡ูŽุงุฑุŒ ูˆูŽุฅูุฎู’ูˆูŽู†ูู‡ู ุงู„ุฃูŽุจู’ุฑูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุงู„ุฃูŽุฎู’ูŠูŽุงุฑูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ู…ูŽุง ุชูุนูŽุงู‚ูุจู ุงู„ู„ูŽูŠู’ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑ Jamaah Jumat yang dirahmati Allah Manusia ketika beramal shalih memiliki motivasi yang beragam, hal ini perlu kita ketahui bukan untuk mengoreksi pribadi orang lain, akan tetapi kita muhasabah, kita koreksi diri kita masing-masing. Keadaaan Manusia dalam Beramal Shalih Orang-orang dalam beramal shalih beraneka ragam sbb Ada yang beramal shalih, niatnya murni riyaโ€™, seperti orang-orang munafik. Di mana, amal yang dilakukan tidak lain agar mendapatkan perhatian dari orang lain. Amalan ini sia-sia. Seorang yang beramal shalih, niat asalnya karena Allah bercampur riyaโ€™ dari awal hingga akhirnya. Nas-nas yang shahih menunjukkan bahwa amalnya juga sia-sia. Seorang yang beramal shalih, niat asalnya ikhlas lillah, namun kedatangan riyaโ€™ di tengah-tengahnya. maka dalam hal ini ada dua keadaan 1. Awal ibadah dan akhirnya terpisah, maka yang awalnya sah dan yang terakhirnya sia-sia. Contoh Seseorang mempunyai yang ingin disedekahkannya, ia pun menyedekahkan yang pertama ikhlas lillah, namun sisanya karena riyaโ€™. Maka yang pertama sah, sedangkan yang kedua sia-sia. 2. Awal ibadah dengan akhirnya menyatu. Dalam hal ini ada dua keadaan juga Riyaโ€™ yang datang tiba-tiba dilawannya, kemudian berhasil disingkirkan. Maka amal shalihnya tetap sah. b. Riyaโ€™ yang datang tiba-tiba dibiarkannya, akhirnya dirinya terbawa oleh riyaโ€™ tersebut. Maka dalam hal ini amalnya sia-sia. Obat Riyaโ€™ Di antara sebab timbulnya riyaโ€™ adalah karena lemahnya keimanan dan karena kebodohan. Oleh karena itu, ketika iman lemah, seseorang mudah berbuat maksiat, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ู„ุงูŽ ูŠูŽุฒู’ู†ูู‰ ุงู„ุฒูŽู‘ุงู†ูู‰ ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽุฒู’ู†ูู‰ ูˆูŽู‡ู’ูˆูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŒ ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจู ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุฑูŽ ุญููŠู†ูŽ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจู ูˆูŽู‡ู’ูˆูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŒ ุŒ โ€œTidaklah berzina seorang pezina ketika dia sedang berzina sedang dia seorang mukmin, dan tidaklah ia meminum khamr ketika dia sedang meminumnya sedang dia mukmin.โ€ HR. Bukhari Demikian juga, seseorang tidaklah berbuat kemaksiatan kecuali karena ia jahil bodoh, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, โ€œSegala maksiat itu bersumber pada kebodohan, dan seandainya manusia mengetahui ilmu yang bermanfaat niscaya ia tidak melakukan maksiat.โ€ Selanjutnya beliau berkata ketika menafsirkan ayat ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุคูุง Sesungguhnya hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah ulama QS. Al Fathir 28. โ€œSetiap orang takut kepada Allah dan taat kepada-Nya serta tidak memaksiati-Nya maka dia adalah alim/berilmu.โ€ Obat lemahnya iman dan kebodohan adalah dengan belajar dan beramal. Termasuk sebab timbulnya riyaโ€™ juga adalah karena menyukai pujian, takut celaan dan menyukai pemberian. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata โ€œTidak mungkin berkumpul bersama antara ikhlas dengan mencintai pujian, sanjungan serta tamak rakus terhadap harta manusia kecuali seperti berkumpulnya air dengan api, binatang dhab mirip biawak namun kecil dengan ikan besar pemangsanya.โ€ Cara agar kita tidak cinta terhadap pujian manusia adalah dengan mengetahui bahwa pujian seseorang tidaklah bermanfaat apa-apa, demikian juga celaannya tidaklah berbahaya, yang bermanfaat adalah pujian Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dan yang berbahaya adalah celaan-Nya. Sedangkan cara agar kita tidak tamak terhadap harta manusia adalah dengan mengetahui bahwa harta yang kita inginkan tersebut di tangan Allah-lah perbendaharaan. Termasuk cara agar dapat menghindarkan diri dari riyaโ€™ adalah dengan menyembunyikan amal shalih. Hal ini telah diisyaratkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, di antaranya, โ€œSeorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya.โ€œ Sebagaimana dalam hadis riwayat Bukhari-Muslim Termasuk obat pernyakit riyaโ€™ adalah Seseorang mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Taโ€™ala Maha Mendengar dan Melihat serta mengetahui apa saja yang kita sembunyikan dan kita tampakkan. Meyakini bahwa pahala hanya milik Allah, selain-Nya tidak memiliki pahala. Mengetahui bahwa dunia ini tidak ada apa-apanya dibanding akhirat. Berdoa, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุงูŽู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ูููŠู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽุฎู’ููŽู‰ ู…ูู†ู’ ุฏูŽุจููŠู’ุจู ุงู„ู†ูŽู‘ู…ู’ู„ูุŒ ูˆูŽุณูŽุฃูŽุฏูู„ูู‘ูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุกู ุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ุชูŽู‡ู ุฃูุฐู’ู‡ูุจูŽ ุนูŽู†ู’ูƒูŽ ุตูุบูŽูุงุฑู ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ูˆูŽูƒูุจูŽุงุฑูู‡ูุŒ ุชูŽู‚ููˆู’ู„ู ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู„ูู…ูŽุง ู„ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู โ€œSyirk yang menimpamu lebih halus daripada rayapan semut. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu lakukan, niscaya akan dihilangkan darimu syirk yang besar maupun yang kecil. Yaitu kamu berkata โ€œAllaahumma innii aโ€™uudzu bika an usyrika bika wa ana aโ€™lamu wa astaghfiruka limaa laa aโ€™lamuโ€ artinya โ€œYa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui, dan aku meminta ampun kepada-Mu terhadap hal yang tidak aku ketahui.โ€ Shahihul Jamiโ€™ 3625 Kesimpulannya, bahwa amalan yang didasari motivasi mencari pujian dan sanjungan manusia atau mengharapkan imbalan dari mereka merupakan amalan tercela meskipun zhahirnya kelihatan sebagai amal shalih. Namun demikian, tidaklah mengurangi keikhlasan jika ternyata ada orang lain yang memuji amalnya, asalkan niatnya tetap ikhlas lillah berdasarkan hadis riwayat Muslim bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seseorang yang beramal karena cinta kepada Allah, lalu orang-orang memujinya, maka Beliau menjawab ุชูู„ู’ูƒูŽ ุนูŽุงุฌูู„ู ุจูุดู’ุฑูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู โ€œItu adalah kabar gembira bagi seorang mukmin yang disegerakan.โ€ Semoga Allah Subhanahu wa Taโ€™ala menjadikan kita hamba-hambanya yang ikhlas kepada-Nya dalam setiap amalan kita, kemudian memberi petunjuk kepada kita untuk istiqomah di jalan tersebut. ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูŠูŽุขุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ุตูŽู„ูู‘ูˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ู‹ุง ุงู„ู„ู‡ู… ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ู… ุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบู’ู€ููู€ุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชูุŒ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ู€ููู€ุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู†ูŽู†ูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู. ุงู„ู„ู‡ู… ุฅูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽุงู„ุชูู‘ู‚ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽููŽุงููŽ ูˆูŽุงู„ู’ุบูู†ูŽู‰. ุงู„ู„ู‡ู… ุฅูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฒูŽูˆูŽุงู„ู ู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูˆูŽุชูŽุญูŽูˆูู‘ู„ู ุนูŽุงูููŠูŽุชููƒูŽ ูˆูŽููุฌูŽุงุกูŽุฉู ู†ูู‚ู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูˆูŽุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุณูŽุฎูŽุทููƒูŽ. ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุตูŽู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ. Download Naskah Materi Khutbah Jumโ€™at [download id=โ€127โ€ณ] Info Naskah Khutbah Jumโ€™at Marwan bin Musa Maraajiโ€™ Al Ikhlas Syaikh Abdul Muhsin Al โ€™Abbad, Kitab Al Ikhlas Husain Al Awaaisyah, Nuurul Ikhlas DR. Saโ€™id Al Qahthaani, Ikhlas versus Riyaโ€™ Majalah As sunah Edisi 08/IV/1421-2000, tulisan M. Abu Hamdan dll. Kata kunci ikhlas. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi 081 326 333 328 DONASI hubungi 087 882 888 727 Donasi dapat disalurkan ke rekening 4564807232 BCA / 7051601496 Syariah Mandiri / 1370006372474 Mandiri. Hendri Syahrial Keterangan lebih lengkap Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur Khutbah I ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ุŒ ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูŽู‡ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุฃูŽู†ู’ูˆูŽุงุนู ุงู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ูุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ๏ทบ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฌูŽุนูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ููŽุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ๏ทบ ุงูŽุดู’ุฑูŽูู ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู. ุฃูŽู…ุง ุจุนุฏ ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุงููˆู’ุตููŠู’ู†ููŠู’ ู†ูŽูู’ุณููŠู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููˆู’ู†ูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู’ู…ูุŒ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู. ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ Hadirin jamaโ€™ah Jumah hafidhakumullรขh, Saya berpesan kepada pribadi saya sendiri, juga kepada para hadirin sekalian, marilah kita terus berusaha meningkatkan taqwa kita kepada Allah dengan mematuhi semua perintah dan menjauhi aneka macam larangan-larangan-Nya. Hadirin hafidhakumullรขh, Dalam rangka meningkatkan taqwa kita kepada Allah, kita perlu melakukan ibadah dengan ikhlas, setulus hati. Tujuan kita diciptakan oleh Allah subhรขnau wa taโ€™รขlรข tiada lain kecuali untuk beribadah atau mempersembahkan semua gerak tubuh kita sepanjang hidup hanya karena Allah subhรขnau wa taโ€™รขlรข. Allah berfirman ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ู Artinya โ€œDan saya tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.โ€ QS Adz-Dzรขriyรขt 56 Bukan berarti selama 24 jam kita hanya boleh menghabiskan waktu untuk shalat dan membaca Al-Quran saja. Namun sekolah, belajar di pesantren, bekerja mencari nafkah, membantu orang tua, berbaik budi kepada teman, makan, minum dan sejenisnya bisa juga bernilai ibadah tergantung niat kita. Semua itu merupakan bagian dari ibadah, persisnya ibadah ghairu mahdlah. Ibadah baik mahdlah maupun ghairu mahdlah, masing-masing membutuhkan niat yang ikhlas, murni karena Allah. Jika tidak mampu ikhlas secara penuh, seseorang hanya akan diberi pahala dengan presentase sebesar mana ikhlasnya. Jika persentase ikhlas seseorang dalam hati hanya sebesar 40 persen, selebihnya dia berniat bukan karena Allahโ€”untuk tujuan supaya mendapatkan materi, misalnyaโ€”niscaya ia hanya akan mendapatkan balasan dari 40 persen niatnya tersebut. Artinya kadar balasan keikhlasan seseorang bergantung pada persentase ikhlasnya dalam hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih Bukhari yang pertama kali disebut, riwayat dari Sayyidina Umar bin Khattab radliyallรขhu anh ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู„ููƒูู„ู‘ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูŽุง ู†ูŽูˆูŽู‰ Artinya โ€œSesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niatnya. Dan setiap orang tergantung atas apa yang ia niatkan.โ€ Abdurrahman bin Abdussalam ash-Shafรปriy dalam kitabnya Nuzhatul Majรขlis mengisahkan petuah Syekh Maโ€™ruf al-Karkhi sebagai berikut ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู’ ุงู„ู’ูƒูŽุฑู’ุฎููŠ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ู„ูู„ุซู‘ูŽูˆูŽุงุจู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูุฌู‘ูŽุงุฑู Artinya โ€œBarangsiapa beramal supaya dapat pahala, maka ia bagaikan orang yang sedang berdagang.โ€ Maksudnya, ia beramal dengan angan-angan mendapatkan keuntungan itu seolah-olah seperti sedang tukar-menukar, yakni amal dengan pahala ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุฎูŽูˆู’ูุงู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจููŠู’ุฏู โ€œBarangsiapa melakukan sebuah tindakan karena takut neraka, ia termasuk hamba Allah.โ€ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ู„ู„ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ุฑูŽุงุฑู โ€œDan barangsiapa yang bertindak karena Allah semata, ia merupakan orang yang merdeka.โ€ Orang yang ikhlas, diibaratkan dalam hadits qudsiy seperti tangan kanan memberikan sesuatu, namun tangan kirinya tidak sampai tahu. Maksudnya, amal-amal baik kita seharusnya kita sembunyikan serapat mungkin hingga kepada orang terdekat pun. Uwais al-Qarni, salah satu orang shalih yang hidup pada zaman Nabi walupun beliau tidak pernah bertemu secara fisik dengan Nabi mengatakan, โ€œOrang yang mendoakan saudaranya atas tanpa sepengetahuan yang didoakan itu lebih baik daripada mengunjungi rumahnya, silaturahim, dan bertemu secara langsung. Bagaimana bisa demikian? Iya, karena orang yang bertemu secara langsung, mengunjungi secara langsung, terdapat kemungkinan unsur riyaโ€™ pamer menyelinap pada hati orang yang mendoakan. Namun jika mendoakan tanpa sepengetahuan saudara yang kita doakan, itu ibadah yang benar-benar ikhlas. Ada orang di tengah keheningan malam, dalam kamar sendirian, menyebut nama-nama saudaranya kemudian mendoakan mereka. Inilah di antara contoh ikhlas yang betul-betul ikhlas. Bahkan dalam hadits dikisahkan, orang yang mendoakan saudaranya seperti demikian, akan mendapatkan doa balik yang sama sebagaimana yang ia panjatkan, ia didoakan serupa dari malaikat. Malaikat mendoakan dengan kalimat ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ู kamu juga akan mendapatkan sebagaimana yang kamu panjatkan Hadirin, hafidhakumullรขh, Ada sebuah kisah isrรขรฎliyyat dalam kitab Ihyaโ€™ Ulumiddin. Imam al-Ghazali bercerita, terdapat satu kaum penyembah pohon. Salah seorang ahli ibadah yang mengetahui fenomena ini hendak menghancurkan tempat peribadatan penyembahan pohon tersebut. Pada hari pertama saat hamba tersebut datang, iblis menghadang. โ€œSudahlah, kamu jangan potong ini pohon. Andai saja kamu potong, penyembah-penyembahnya akan bisa mencari tuhan sejenis. Percuma kamu potong. Sudahlah, kamu beribadah sendiri saja sana!โ€ goda iblis pada ahli ibadah. Mendapat penghadangan demikian, ahli ibadah ini marah. Ia kemudian menghantam tubuh iblis yang datang menjelma sebagai sosok orang tua. Iblis pingsan seketika. Iblis tak patah arang. Iblis mencoba melanjutkan godaannya bisikannya yang kedua. โ€œBegini saja, Kamu ini hamba yang melarat. Kamu beribadah saja sana kepada Allah, setiap malam kamu akan aku kasih uang dua dinar. Kamu ini bukan rasul. Kamu bukan utusan Tuhan. Biarkan rasul saja yang bertugas memotong pohon ini!โ€ rayu Iblis. Ahli ibadah terbujuk rayu. Ia terbuai dengan bujuk rayu setan. Ia membayangkan, bagaimana ini tidak solusi yang indah. Pohon aka nada yang motong. Ia tetap bisa beribadah kepada Allah, Sedangkan kemelaratannya akan segera berakhir. Ia tinggalkan lokasi. Ia beribadah di malam harinya. Pagi harinya, ia temukan dua dinar secara tiba-tiba. Hadirin, Pada hari ketiga, iblis ternyata tidak menunaikan janjinya. Sekarang, iblis tidak lagi mengirim uang dua dinar. Atas tipuan ini, karena merasa kesal atas perilaku iblis yang berbohong, hamba yang ahli ibadah menjadi naik pitam. Darahnya mendidih. Ia kembali tergerak untuk meruntuhkan pohon yang disembah masyarakat sekitar yang baru saja ia urungkan kemarin hari. Saat akan memotong, ia kembali dihalangi iblis. Kemarin lusa, pada hari pertama, saat terjadi duel, ia yang menang. Iblisnya jatuh pingsan. Kali ini, ia justru yang pingsan, iblis yang menang. Sebab apa? Ia keheranan. Setelah siuman dari pingsan, hamba ini bertanya kepada iblis. โ€œBagaimana saya yang kemarin menang, pada hari ini berubah menjadi kalah?โ€ tanyanya. Iblis menjelaskan, โ€œIya, kalau kemarin kamu marah sebab niat hatimu murni, ikhlas karena Allah. Namun pada hari ini kamu marah bukan karena Allah. Hari ini kamu marah sebab tadi malam tidak aku kasih dua dinar. Marahmu bukan karena Allah. Oleh karena itu, aku bisa mengalahkanmu.โ€ Hadirin, hafidhakumullรขh, Dalam sebuah hadits dikisahkan, ada orang yang dikasih kekayaan oleh Allah subhรขnahu wa taโ€™รขlรข. Pada hari kiamat, ia ditanya oleh Allah, โ€œApa yang kamu lakukan atas semua kenikmatan yang telah aku berikan?โ€ โ€œYa Tuhan, aku telah menyedekahkan harta-hartaku sepanjang siang-malam.โ€ Jawab hamba ini. Kemudian Allah menjawab balik โ€œkamu berbohong.โ€ Tidak hanya Allah saja yang menjawab, malaikatpun mengatakan demikian. โ€œKamu berbohong. Kamu melakukan hal demikian hanya supaya akan kebanjiran komentar masyarakat oh, si Fulan ini orang yang tajir, murah hati, suka menolongโ€™.โ€ Akhirnya, amal Fulan tersebut menjadi hangus, tidak berbuah sama sekali. Hadirin, hafรฎdhakumullรขh, Kata ikhlas dalam Al-Qurโ€™an di antaranya disebut untuk menggambarkan susu yang murni. Susu keluar dari perut hewan yang mana dalam perut hewan terdapat darah dan kotoran, namun susu sama sekali tidak tercampur kedua kotor tersebut. Susu keluar murni sebagai susu. Kita di dunia ini, atas kekotoran-kekotoran yang ada, kita perlu memurnikan segala perilaku kita, kita persembahkan kepada Allah subhรขnahu wa taโ€™รขlรข. ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุนูŽุงู…ู ู„ูŽุนูุจู’ุฑูŽุฉู‹ ู†ูุณู’ู‚ููŠูƒูู…ู’ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูููŠ ุจูุทููˆู†ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽูŠู’ู†ู ููŽุฑู’ุซู ูˆูŽุฏูŽู…ู ู„ูŽุจูŽู†ู‹ุง ุฎูŽุงู„ูุตู‹ุง ุณูŽุงุฆูุบู‹ุง ู„ูู„ุดู‘ูŽุงุฑูุจููŠู†ูŽ Artinya โ€œDan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya berupa susu murni antara kotoran kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.โ€ QS Al Anโ€™am 66 Ahli hikmah mengatakan ุงูŽู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูƒูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ู‡ูŽู„ู’ูƒูŽู‰ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ู‡ูŽู„ู’ูƒูŽู‰ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ููˆู’ู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ู‡ูŽู„ู’ูƒูŽู‰ ุงูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุฎู’ู„ูุตููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฎู’ู„ูุตููˆู’ู†ูŽ ููู‰ู’ ุฎูŽุทูŽุฑู ุนูŽุธููŠู’ู…ู. Artinya โ€œSemua manusia akan binasa kecuali orang yang berilmu. Semua orang berilmu akan binasa kecuali orang yang mengamalkan ilmunya. Orang yang mengamalkan ilmunya akan binasa kecuali orang yang ikhlas. Mereka yang ikhlas masih dalam kekhawatiran yang agung.โ€ Hadirinโ€ฆ Dengan demikian, perlu kita ketahui, ikhlas mempunyai definisi sebagai berikut ุงูŽู„ู’ุฅูุฎู’ู„ุงูŽุตู ู‡ููˆูŽ ุชูŽุฌู’ุฑููŠู’ุฏู ู‚ูŽุตู’ุฏู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ูŽุฑู‘ูุจู ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุดู‘ูŽูˆูŽุงู‡ูุจู Artinya Ikhlas adalah memurnikan tujuan taqarrub kepada Allah taโ€™รขlรข dari segala hal yang mencampurinya. Oleh karena itu, ikhlas menduduki posisi kunci dalam semua kegiatan kita. Mari kita selalu berusaha dan berdoa kepada Allah, semoga kita dipermudah oleh Allah dalam beribadah dengan balutan ikhlas lillรขhi taโ€™รขlรข. ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽู†ููŠ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูู…ุงูŽ ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุขูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ู. ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุจูŽุฑู‘ู ุงู„ุชู‘ูŽูˆู‘ูŽุงุจู ุงู„ุฑู‘ูŽุคููˆู’ูู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู. ุฃุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŠุทู† ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ูุŒ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู…ูุŒ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠู‘ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‡ููˆูŽ ููŽุงุฏู’ุนููˆู‡ู ู…ูุฎู’ู„ูุตููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽุŒ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ. ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ Khutbah II ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุชูŽูˆู’ูููŠู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุงูู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ู. ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนูู‰ ุฅู„ู‰ูŽ ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูุซูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠุงูŽ ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆู’ุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุซูŽู€ู†ูŽู‰ ุจูู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูู‡ู ุจูู‚ูุฏู’ุณูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ ูŠุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุงูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู†ู’ุจููŠุขุฆููƒูŽ ูˆูŽุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูู‚ูŽุฑู‘ูŽุจููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู† ูˆูŽุนูŽู„ูู‰ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูุนููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ุงูู„ูŽู‰ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู’ู„ู…ููˆูŽุญู‘ูุฏููŠู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽ ุฏูŽู…ู‘ูุฑู’ ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุงูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฅู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ. ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ! ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ Ahmad Mundzir JAKARTA, - Khutbah Jumat paling bagus tentang ikhlas penting untuk ditanamkan pada setiap hati umat Islam serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Baca Juga Secara singkat, sifat ikhlas sendiri dapat diartikan sebagai ketulusan niat dalam melaksanakan segala sesuatu dengan ketulusan untuk mengabdi kepada Allah dengan segenap hati, pikiran, dan jiwa seseorang. Dengan bersikap ikhlas ada banyak buah keikhlasan yang didapatkan, antara lain adalah sebab bertambahnya petunjuk, selamat dari siksa neraka, dihindarkan dari kesulitan duniawi dan hal-hal luar biasa lainnya. Berikut ini adalah teks khutbah Jumat tentang ikhlas yang dikutip dari NU Online Khutbah Jumat Paling Bagus tentang Ikhlas ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ุŒ ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูŽู‡ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุฃูŽู†ู’ูˆูŽุงุนู ุงู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ูุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ๏ทบ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฌูŽุนูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ููŽุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ๏ทบ ุงูŽุดู’ุฑูŽูู ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู. ุฃูŽู…ุง ุจุนุฏ ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุงููˆู’ุตููŠู’ู†ููŠู’ ู†ูŽูู’ุณููŠู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููˆู’ู†ูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู’ู…ูุŒ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู. ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ Hadirin jamaah Jumat hafidhakumullรขh, Saya berpesan kepada pribadi saya sendiri, juga kepada para hadirin sekalian, marilah kita terus berusaha meningkatkan taqwa kita kepada Allah dengan mematuhi semua perintah dan menjauhi aneka macam larangan-larangan-Nya. Hadirin hafidhakumullรขh, Dalam rangka meningkatkan taqwa kita kepada Allah, kita perlu melakukan ibadah dengan ikhlas, setulus hati. Tujuan kita diciptakan oleh Allah subhรขnau wa taโ€™รขlรข tiada lain kecuali untuk beribadah atau mempersembahkan semua gerak tubuh kita sepanjang hidup hanya karena Allah subhรขnau wa taโ€™รขlรข. Allah berfirman ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†ู Artinya โ€œDan saya tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.โ€ QS Adz-Dzรขriyรขt 56 Bukan berarti selama 24 jam kita hanya boleh menghabiskan waktu untuk shalat dan membaca Al-Quran saja. Namun sekolah, belajar di pesantren, bekerja mencari nafkah, membantu orang tua, berbaik budi kepada teman, makan, minum dan sejenisnya bisa juga bernilai ibadah tergantung niat kita. Semua itu merupakan bagian dari ibadah, persisnya ibadah ghairu mahdhah Ibadah baik mahdlah maupun ghairu mahdlah, masing-masing membutuhkan niat yang ikhlas, murni karena Allah. Jika tidak mampu ikhlas secara penuh, seseorang hanya akan diberi pahala dengan persentase sebesar mana ikhlasnya. Jika persentase ikhlas seseorang dalam hati hanya sebesar 40 persen, selebihnya dia berniat bukan karena Allah, untuk tujuan supaya mendapatkan materi misalnya, niscaya ia hanya akan mendapatkan balasan dari 40 persen niatnya tersebut. Artinya kadar balasan keikhlasan seseorang bergantung pada persentase ikhlasnya dalam hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih Bukhari yang pertama kali disebut, riwayat dari Sayyidina Umar bin Khattab radliyallรขhu anh ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู„ููƒูู„ู‘ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูŽุง ู†ูŽูˆูŽู‰ Artinya โ€œSesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niatnya. Dan setiap orang tergantung atas apa yang ia niatkan.โ€ Abdurrahman bin Abdussalam ash-Shafรปriy dalam kitabnya Nuzhatul Majรขlis mengisahkan petuah Syekh Maโ€™ruf al-Karkhi sebagai berikut ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู’ ุงู„ู’ูƒูŽุฑู’ุฎููŠ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ู„ูู„ุซู‘ูŽูˆูŽุงุจู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูุฌู‘ูŽุงุฑู Artinya โ€œBarangsiapa beramal supaya dapat pahala, maka ia bagaikan orang yang sedang berdagang.โ€ Maksudnya, ia beramal dengan angan-angan mendapatkan keuntungan itu seolah-olah seperti sedang tukar-menukar, yakni amal dengan pahala ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุฎูŽูˆู’ูุงู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจููŠู’ุฏู โ€œBarangsiapa melakukan sebuah tindakan karena takut neraka, ia termasuk hamba Allah.โ€ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ู„ู„ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ุฑูŽุงุฑู โ€œDan barangsiapa yang bertindak karena Allah semata, ia merupakan orang yang merdeka.โ€ Orang yang ikhlas, diibaratkan dalam hadits qudsi seperti tangan kanan memberikan sesuatu, namun tangan kirinya tidak sampai tahu. Maksudnya, amal-amal baik kita seharusnya kita sembunyikan serapat mungkin hingga kepada orang terdekat pun. Uwais al-Qarni, salah satu orang shalih yang hidup pada zaman Nabi walaupun beliau tidak pernah bertemu secara fisik dengan Nabi mengatakan, โ€œOrang yang mendoakan saudaranya atas tanpa sepengetahuan yang didoakan itu lebih baik daripada mengunjungi rumahnya, silaturahim, dan bertemu secara langsung. Bagaimana bisa demikian? Ya, karena orang yang bertemu secara langsung, mengunjungi secara langsung, terdapat kemungkinan unsur riyaโ€™ pamer menyelinap pada hati orang yang mendoakan. Namun jika mendoakan tanpa sepengetahuan saudara yang kita doakan, itu ibadah yang benar-benar ikhlas. Ada orang di tengah keheningan malam, dalam kamar sendirian, menyebut nama-nama saudaranya kemudian mendoakan mereka. Inilah di antara contoh ikhlas yang betul-betul ikhlas. Bahkan dalam hadits dikisahkan, orang yang mendoakan saudaranya seperti demikian, akan mendapatkan doa balik yang sama sebagaimana yang ia panjatkan, ia didoakan serupa dari malaikat. Malaikat mendoakan dengan kalimat ูˆูŽู„ูŽูƒูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ู kamu juga akan mendapatkan sebagaimana yang kamu panjatkan Hadirin, hafidhakumullรขh, Ada sebuah kisah isrรขรฎliyyat dalam kitab Ihyaโ€™ Ulumuddin. Imam al-Ghazali bercerita, terdapat satu kaum penyembah pohon. Salah seorang ahli ibadah yang mengetahui fenomena ini hendak menghancurkan tempat peribadatan penyembahan pohon tersebut. Pada hari pertama saat hamba tersebut datang, iblis menghadang. โ€œSudahlah, kamu jangan potong ini pohon. Andai saja kamu potong, penyembah-penyembahnya akan bisa mencari tuhan sejenis. Percuma kamu potong. Sudahlah, kamu beribadah sendiri saja sana!โ€ goda iblis pada ahli ibadah. Mendapat penghadangan demikian, ahli ibadah ini marah. Ia kemudian menghantam tubuh iblis yang datang menjelma sebagai sosok orang tua. Iblis pingsan seketika. Iblis tak patah arang. Iblis mencoba melanjutkan godaannya bisikannya yang kedua. โ€œBegini saja, Kamu ini hamba yang melarat. Kamu beribadah saja sana kepada Allah, setiap malam kamu akan aku kasih uang dua dinar. Kamu ini bukan rasul. Kamu bukan utusan Tuhan. Biarkan rasul saja yang bertugas memotong pohon ini!โ€ rayu Iblis. Ahli ibadah terbujuk rayu. Ia terbuai dengan bujuk rayu setan. Ia membayangkan, bagaimana ini tidak solusi yang indah. Pohon akan ada yang motong. Ia tetap bisa beribadah kepada Allah, Sedangkan kemelaratannya akan segera berakhir. Ia tinggalkan lokasi. Ia beribadah di malam harinya. Pagi harinya, ia temukan dua dinar secara tiba-tiba. Hadirin, pada hari ketiga, iblis ternyata tidak menunaikan janjinya. Sekarang, iblis tidak lagi mengirim uang dua dinar. Atas tipuan ini, karena merasa kesal atas perilaku iblis yang berbohong, hamba yang ahli ibadah menjadi naik pitam. Darahnya mendidih. Ia kembali tergerak untuk meruntuhkan pohon yang disembah masyarakat sekitar yang baru saja ia urungkan kemarin hari. Follow Berita Celebrities di Google News Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis tidak terlibat dalam materi konten ini.

khutbah jumat tentang ikhlas dalam beribadah